Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 September 2018

Menginaplah Semalam di Cantiknya Aston Cirebon Hotel and Convention Center


Menginaplah Semalam di Cantiknya Aston Cirebon Hotel and Convention Center

C:\Users\acer\17021642.jpg


Sudah tahu kan sebuah kota yang berada di pesisir utara Jawa ? kota ini juga di cap sebagai kota paling tua di Pulau  Jawa. Cirebon namanya, sebuah kota yang indah dengan sejuta pesona budaya juga cerita historisnya.
Belakangan kota ini juga ramai dengan berbagai pusat bisnisnya. Wisata alamnya yang memukau juga berbagai kulinernya yang lezat dan beragamlah yang menjadi daya tarik paling kuat di kota yang satu ini.
Ada kawasan langka disini yang belum tentu ada di kota lain, jika di Yogyakarta ada Keraton, di Cirebon juga ada tempat istimewa seperti itu, Keraton Kasepuh, sebuah keraton paling megah disini, tidak hanya bangunannya yang terawat dan megah namun di dalam Keratonnya pun ada sebuah museum yang berisi aneka benda pusaka. Tidak hanya satu tapi ada Keraton lain adalah Keraton Kanoman dan Keraton Kacirebonan, semuanya sama. sama – sama akan mengajak Anda melintasi lorong waktu berpuluh abad sebelumnya dan sukses membuat Anda lebih cinta pada budaya Cirebon.
Nah jika Anda berminat datang ke kota indah ini jangan buang waktu, segera cari sebuah penginapan guna melepas lelah Anda selama di perjalanan. Semakin maju kota ini semakin banyak pula pilihan hotel di Cirebon ini.
Punya budget berlebih tidak ada salahnya “buang” sedikit rupiah Anda untuk menikmati sebuah hotel berbintang di Cirebon. Satu hotel di Cirebon yang patut Anda pertimbangkan adalah Aston Cirebon Hotel and Convention Center.
Hotel berbintang ini akan membuat Anda takjub, lebih-lebih bangunannya yang elegan dan super megah. Bertempat di Jl. Brigjen Dharsono No. 12C (Bypass), Cirebon menghadirkan kesan nyaman sesaat Anda masuk ke lantai hotel mempesona ini. Masuk ke ruang loby Anda akan disambut dengan ruangan yang bersih, nyaman dan dengan penerangan yang maksimal. Tidak hanya itu, beragam tanaman hias memberi kesan segar untuk Anda.
Siap-siap terpukau dengan kolam renang outdoor yang menambah kesan cantik tampilan hotel ini. Sebuah kolam yang didesain sangat apik , tidak hanya nyaman dipandang mata namun juga menampilkan kesan damai di seluruh tubuh Anda nanti. Satu lagi Anda kuat iman jika tahan dengan godaan untuk tidak berenang di kolam mewah yang satu ini.
Soal kamar paling juara. Anda akan mendapatkan kamar yang sangat elegan. Kenyamanan juga akan Anda dapatkan dari lantai kayu yang berkilau. Tatanan perabot kamarnya pun sangat rapi. Siap-siap lebih terpukau dengan kamar yang menawarkan pendingin udara (AC), TV satelit layar datar, minibar, dan lemari pakaian. Kamar mandi pribadinya pun menyediakan shower, sandal, dan perlengkapan mandi gratis.
Dari balik jendela kamar mewah impian semua orang ini, Anda akan medapatkan view yang nyaris sempurna, entah dari kilauan air kolam yang terpantul cahaya matahari ataupun sebuah pemandangan alam Cirebon yang terbingkai sederhana dari jendela Anda nanti. Hal semacam inilah yang digunakan Aston Cirebon Hotel and Convention Center untuk membuat para pengunjungnya nyaman dan senang.
Salah satu hotel di Cirebon yang berdiri kokoh ini pun juga menawarkan beragam fasilitas lainnya terlebih jika Anda memiliki agenda acara penting, hotel ini siap memuluskan rencana bisnis Anda di ruang rapat yang tak kalah megan dan lengkap. Mumpung masih disini, sempatkan diri Anda menikmati pijatan/spa bintang 5 disini. Pun silahkan cicipi hidangan Indonesia, Asia, dan Eropa disajikan di Oasis Bistro Restaurant. Berbagai minuman dan makanan ringan tersedia di Pool Bar and Lounge.
Jadi, selamat mengukir kenangan manis di Cirebon!
Rabu, 23 Mei 2018

Tempat Wisata Murah di Bali, Tetap Bikin Liburan Kamu Meriah


Tempat Wisata Murah di Bali, Tetap Bikin Liburan Kamu Meriah



Dengan status sebagai tempat wisata yang menjadi jujugan turis dari seluruh dunia, Bali memang nggak bisa lepas dari kata ‘mahal’. Baik itu dari harga makanan, penginapan, hingga tiket masuk ke tempat-tempat liburan yang fancy seperti beach club dan resort dengan hanging cliff pool yang kalau kamu datangi semuanya bisa menguras kantong sampai tipis.

Memang liburan di tempat fancy di Bali itu seru. Tapi kalau budget nggak masuk, ada baiknya nggak dipaksakan. Apalagi sebenarnya ada banyak tempat wisata di Bali yang murah meriah, tapi tetap Instagramable dan meninggalkan kesan istimewa. Beberapa di antaranya bahkan menggratiskan tiket masuk! Menarik bukan?

Kalau budget kamu pas-pasan buat liburan ke Bali, coba main ke tempat-tempat wisata ini deh. Dijamin sama serunya dengan yang mahal.

Berburu Sunset di Pantai Seminyak

(luxuryescapes.com)

Beach club di kawasan Seminyak memang menggoda, terlihat seru dan keren. Tapi tentu kamu sudah tahu kan kalau untuk masuk ke tempat-tempat seperti ini harganya nggak bisa dibilang murah.

Kalau mau hemat, santai saja duduk di tepi pantai yang terbuka untuk umum. Memang lebih ramai, tapi pemandangannya sama saja kok dengan yang kamu lihat dari tempat fancy. Dengan angle foto yang bagus, potret senja di Seminyak milik kamu pasti nggak kalah keren dari yang diambil dari tempat mahal.

Nikmati Birunya Air Laut Pantai Melasti Ungasan

(harianpost.co.id)


Pantai Melasti yang ada di kawasan Ungasan, tak jauh dari Uluwatu ini baru dibuka beberapa tahun belakangan. Dulunya, pantai ini tertutup oleh tebing kapur seperti yang ada di Pantai Pandawa. Namun sekarang tebingnya sudah dipangkas dan dibangun jalan mulus menuju pantainya yang biru.

Untuk menikmati pantai cantik ini, kamu nggak perlu keluar biaya tiket. Hanya perlu membayar parkir kendaraan saja. Kecuali kamu main snorkeling atau diving dan menyewa perahu, baru kamu perlu mengeluarkan uang tambahan untuk menikmati pantai cantik ini.

Baca: Tips

Nikmati Pagi di Bukit Campuhan Ridge View


(overseasattractions.com)

Ubud selalu punya pesona yang nggak bisa terlupa. Salah satunya adalah Bukit Campuhan Ridge View, yang sebenarnya hanyalah sebuah jalan yang membelah perbukitan. Namun dengan pemandangan menghijau dan udara segar yang pasti membuatmu refresh.

Untuk menelusuri jalan sepanjang kurang lebih 3km ini, kamu tak dipungut biaya. Hanya perlu membayar parkir kendaaraan saja di ujung jalan tempat kamu memulai petualangan.

Meski indah sepanjang waktu, tapi momen paling cantik dari kawasan ini adalah subuh menjelang matahari terbit. Pada waktu ini, embun masih menempel di ilalang hijau yang tinggi menjulang di kanan dan kiri jalan setapak. Sinar matahari pun belum terlalu terik seperti siang hari.

Senja Memukau di Pura Lempuyangan Luhur


(steemit.com)

Ada banyak Pura megah yang berdiri di Bali dan patut dikunjungi. Tapi Pura Lempuyangan Luhur adalah satu yang belum terlalu populer, namun memiliki pemandangan luar biasa indah di sore harinya.

Lokasinya agak jauh dari pusat keramaian di Bali. Tepatnya di Desa Tista, Kecamatan Abang, Karangasem. Sekitar 2 jam perjalanan dengan motor atau mobil dari Denpasar.

Namun perjalanan jauh menuju Pura Lempuyangan Luhur bakal terbalas begitu kamu menginjakkan kaki di tengah gapuranya. Dengan latar belakang puncak Gunung Lempuyangan yang disiram oleh sinar matahari senja nan memerah, pemandangan luar biasa indah di Pura Lempuyangan Luhur akan menjadi momen liburan yang nggak akan kamu lupakan.

Tempat wisatanya murah, hotel dan penerbangan ke Bali juga harus murah dong. Beli saja di situs Traveloka, yang harganya jujur dan masih bisa dapat tambahan diskon kalau kamu rajin mencarinya di fitur promo.

Biar liburannya lebih murah lagi, sewa motor untuk membantu aktivitas selama di Bali. Dengan harga sewa yang murah, rata-rata Rp 75 ribu per hari, kamu bisa menuju ke berbagai tempat wisata di atas dengan mudah dan lebih hemat dari sewa mobil.

Selamat liburan di Bali!


Senin, 05 Februari 2018

Pempek Farina, Pengobat Rindu Masakan Palembang

Entah gimana awal mulanya, masakan daerah Palembang yang kecut-asem-segar-pedas itu menempati posisi tersendiri di relung kalbu dan lidah. Saya sukaaaaa banget dengan segenap kuliner yang ditawarkan wong kito. Yang paling kondang, tidak lain dan tidak bukan empek-empek alias PEMPEK.
Pempek favorit saya adalah PEMPEK FARINA. Ikannya tuh kerasa banget, karena terkadang demi menghemat operational cost, tidak sedikit bakul pempek yang cuma kasih perasa ikan.



Minggu, 04 Februari 2018

Berdamai dengan Diri Sendiri di Fisherman's Wharf California


Cuaca di San Francisco memang sukar ditebak. Terkadang dingin menusuk sumsum. Tapi, tidak jarang, matahari bersinar dengan garangnya. Kali ini, saya kudu menyerah pada hawa dingin yang menerpa kulit. Menyesal rasanya pakai baju biru casual ini. Kenapa musti kuabaikan saran dari Ivan? Yap, local guides asli Jakarta, yang sudah 15 tahun berdomisili di SF ini bilang, ”Layer is the key!” itu prinsip yang harus selalu dijalankan manakala beredar di kawasan California. Karena ya itu tadi, cuaca amat sulit ditebak. Yang awalnya kelihatan hangat… eh, bisa mendadak dingin brrrrr…!


“Duh, nyesel aku… nyesel banget…!”

Aku menyusuri kawasan Fisherman’s Wharf sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. Berharap kehangatan bisa muncul dari sana. Plus, disambi menggosok-gosokkan kedua telapak tangan. Nihil. Tak ada hasil.


Beberapa local guides dari negara lain melemparkan senyum. Kami belum kenal sebelumnya, tapi wajah-wajah yang super excited itu, menyadarkan saya bahwa…..

Heiiii… this is my once-in-a-lifetime experience! Lupakan soal jaket, prinsip ‘layer is the key!’ yadda yadda blablabla itu! Lupakan hawa dingin yang terus menerabas masuk! Just seize the day… enjoy your moment! Jangan focus pada kesalahan yang engkau lakukan pagi ini! Fokuslah selalu pada apa yang bisa kau perbuat supaya momen berharga ini tidak lenyap plassss begitu saja!

Chill, girl! Santaaaaaiiii!


***

Karakter dan personality saya laksana cuaca di SF: amat sukar ditebak. Saya sendiri—sebagai sosok yang dititipi roh, jiwa raga oleh Sang Maha Kuasa—juga kerap terjerembab dalam pertanyaan “Are you okay, dear nurulrahma?” Apalagi kalo lagi PMS. Wadaaawww, kadang saya nggak kenal dengan jiwa yang bersemayam di tubuh ini.

“Who are you?”

Sama seperti keputusan ‘bodoh’ di mana saya tidak mengenakan jaket/ outer ketika jalan-jalan di SF. Dalam hidup, banyaaaaak banget keputusan bodoh, konyol, aneh, yang saya lakukan. BANYAAAAK BANGET! Dan herannya, saya tuh impulsive abis. Bisa banget mengambil keputusan seketika, saat itu juga, dengan semena-mena.

Kemudian…. Yang muncul adalah…. Penyesalan…. Dan merutuki diri sendiri. What have you done anyway?




***

Terkadang, orang-orang di sekitar menilai saya baik-baik saja. Sama halnya ketika ibunda saya pada akhirnya berpulang. Ketika para pentakziah datang, saya memasang wajah, “I’m okay… saya ikhlas….” Tak perlu ada air mata yang mengalir di hadapan mereka. Saya tahan sekuat tenaga. Namun… sepekan… dua pekan kemudian…..

Tanggul air mata itu jebol juga.

Saya merutuki diri sendiri. Sebenarnya, gelagat tidak beres sudah muncul berbulan-bulan lalu. Ketika ibu mendadak malas makan. Ketika batuk ibu tak kunjung sembuh. Ketika ibu begitu sering berbicara tentang kematian.

KENAPA SAYA TIDAK PEKA?

Kenapa saya selalu merasa bahwa ibu adalah super-lady, strong woman, yang sigap dan siap sedia menghalau semua cobaan dan rintangan dalam hidup? Kenapa saya membiarkan ibu bertarung dengan problema hidup yang datang bertubi-tubi? Apa gunanya keberadaan saya sebagai anak beliau? Kenapa saya tidak suportif? Mana kontribusi saya?

Pertanyaan-pertanyaan itu datang bertubi-tubi. Termasuk, pertanyaan konyol yang tak perlu dijawab, ”Andaikata waktu itu saya nggak salah bawa Ibu ke RS yang pertama, mungkin nyawa Ibu masih bisa diselamatkan….Kenapa waktu itu saya justru bawa Ibu ke sana ya?”

Astaghfirullah…..

***

Sulit rasanya untuk memaafkan diri sendiri. Amat sulit. Saya mencoba untuk mengembargo diri, tidak terlibat dan berinteraksi dengan aneka forum kajian dekat rumah. Mengapa? Saya takut berjumpa dengan sahabat-sahabat Ibu. Di relung hati yang paling dalam, saya merasa…. tatapan mereka seolah “menyalahkan” saya. Anak yang nggak bisa mempersembahkan hal terbaik bagi Ibunda.

Setiap ada momen keislaman di masjid dekat rumah, saya sengaja datang terlambat. Supaya apa? Agar dapat posisi di shaf paling belakang, dan saya tidak perlu memasang wajah manis penuh senyum ulala di depan para sahabat ibu.

***

“So… how? You still feel it’s too cold here?”

“Hmmm… not really… I’m okay now.”




Saya memasang wajah “Aku baik-baik saja”. Yeah, terkadang kita bisa sedemikian santun pada totally-stranger-person, dan justru bersikap semau-gue pada orang yang demikian besar jasa dan pengaruhnya untuk hidup kita.

Kami menyusuri kawasan Fisherman’s Wharf ini… Menjumpai singa laut yang heboh berteriak, seolah memancing atensi para wisatawan. Dari kejauhan bisa kami saksikan Alcatraz, yap… penjara yang demikian legendaris itu.

“Banyak tahanan kriminal paling sadis yang dipenjara di Alcatraz. Mereka mencoba melarikan diri, dengan renang di sepanjang laut SF. Tapi tahu sendiri kan… cuacanya dingin banget seperti ini. Tahanan yang berusaha kabur itu, kebanyakan udah nggak jelas nasibnya. Kemungkinan besar, meninggal kedinginan ketika berusaha renang  di sini…”

Aku manggut-manggut mendengar penjelasan Karen, local guides moderator yang khatam banget seputar destinasi di SF.

Kabur dari penjara yang begitu menyeramkan.

Lalu berenang mengarungi samudera, dengan suhu yang minus.

Heiiii…! Mereka para criminal kelas wahid!

Dengan catatan keburukan yang begitu dahsyatnya, para tahanan itu sanggup memaafkan diri sendiri. Untuk kemudian, berusaha keras agar bisa lepas dari jerat penjara yang mengerikan. Barangkali, prinsip hidup mereka, lebih baik aku bertarung melawan dinginnya samudera… tidak masalah apabila nantinya aku hanya tinggal nama… tapi paling tidak, aku sudah berjuang untuk keluar dari penjara yang tidak manusiawi ini… dan aku memberikan bukti, bahwa sebagai manusia, aku memaafkan diri sendiri.



Maka…..

Ditingkahi sepoi angin teluk San Francisco…. Saya memejamkan mata, seraya bergumam pelan…..”Dear @nurulrahma… All is well….. Bersikap adillah pada dirimu…. Semua orang punya porsi salah dan dosa masing-masing…. Banyak hal yang terjadi di dunia ini, di luar kuasa dan kehendak kita, karena heiii…. siapa kita? Kita hanyalah makhluk lemah, sebutir atom di galaksi nan demikian perkasa… Kita hanyalah debu… dibandingkan segenap kekuasaan Sang Pemilik Semesta…. Maka…. Maafkan dirimu… Maafkan…. Just let everything happens…. Embrace your life and be thankful…





































Jumat, 02 Februari 2018

Hotel Aston Bojonegoro, Makanannya Super Enak!

Salah satu hotel wajib kunjung di Bojonegoro adalah.... ASTON!
Saya tiga malam menginap di sini, dan aseliiik.... PUAS BANGEEETTT dengan semua menu yang disajikan. Chef dan tim culinary di hotel ini jagoan paraaahh deh, dalam membesut aneka makanan dan ya ampuuun kok saya doyaaan ama semua-mua-muanyaaaa





Jumat, 26 Januari 2018

Tips Menghilangkan Takut atau Phobia Terbang

Anda punya ketakutan ketika akan terbang? Suara panggilan penumpang di bandara laksana terompet/ sangkakala Israfil di telinga Anda?

Tenang. Don't be panic. Anda tidak sendirian, karena ternyata... tidak sedikit orang-orang yang mengalami ketakutan serupa. Khawatir dan ketakutan berlebihan (mengarah ke phobia), kerap dialami sejumlah manusia manakala akan, ketika, dan menjelang landing di pesawat.

Saya bikin status di FB, dan bertanya openly, apa solusi (yang semoga) jitu dan sangat bias diterapkan untuk menghalau rasa takut naik pesawat? Berikut di antaranya



(1). BERDOA 
Yap. ini adalah jawaban khas insan beriman. Doa yang membuat kita yakin, bahwa apa yang kita lakukan senantiasa mendapatkan petunjuk, bimbingan dan perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Apapun takdir kehidupan, harus senantiasa kita rujuk pada keputusan Dia Sang Maha Segala. So... berdoa, adalah "senjata". Doa adalah amunisi handal yang membuat kita merasa mantab jiwa, bahwa all is well.

(2). PILIH MASKAPAI YANG MINIM GUNCANGAN 
Contohnya.... Garuda Indonesia.
Maskapai ini identik dengan karakter kapten pesawat yang amat smooth ketika take off maupun landing. Jadi, buat yang masih termasuk jajaran newbie dalam pengalaman naik pesawat (atau yang nggak newbie tapi sering terjerat ngeri tak berkesudahan), ada baiknya pertimbangkan untuk pilih maskapai yang oke dokey ketika terbang mengangkasa.

(3). PILIH JAM PENERBANGAN PAGI ATAU SIANG 
Apalagi kalau cuaca sedang tidak beraturan seperti sekarang, rentang waktu pagi atau siang biasanya lebih tenang

(4). CARILAH TEMPAT DUDUK DI LORONG/AISLE. 
Sebaiknya, jangan di samping jendela. Karena bakal berpotensi menambah rasa takut bin deg-degan.

(5). CARI TEMPAT DUDUK DI DERETAN DEPAN
Kenapa? Karena lebih sunyi, stabil, dan nggak glodak-glodak. Beda kalau ada di tengah (dekat sayap) ataupun di ekor. O iya, bagian depan itu juga relatif sepi dari lalu lalang penumpang ataupun kru pesawat.

(6). JANGAN DILAWAN! LEMESIN AJA, SHAY!
Ini jawaban dari Haryadi Yansyah alias Omnduut

"Ibuku termasuk yang phobia. Aku bilangnya gini, pertama, kalau ada guncangan, jangan dilawan. Belio suka badannya dikerasin gitu, tegang dan dalam pikirannya kalo goncangan = pesawat akan jatoh. Aku bilang berdoa, zikir dan ikutin aja alur goncangan dipesawat. 

Kedua, aku kasih fakta bahwa pesawat terbang adalah moda transportasi teraman di dunia. Ya ini dilihat dari prosentase kecelakaan dan jumlah penerbangan yang ada. Aku juga kasih tahu bahwa turbulensi itu gak masalah, yang jadi titik kritis itu pas landing dan take off. Jadi, dengerin apa aja instruksi FA (flight attendant)-nya dengan baik. 

Alhasil, sekarang terbang sendirian pun ibu berani. Tapi rute pendek sih, macam Palembang ke Pangkal Pinang atau Palembang ke Jakarta. Terakhir dia umroh juga sendirian. Keknya ini karena rasa kangennya sama baitullah mengalahkan rasa takut hehehehe."


 (7). SENGAJA JANGAN TIDUR KETIKA MENJELANG NAIK PESAWAT 
Supaya apa? Agar badan terasa capek banget, dan siap bobok pulessss ketika di pesawat. 

(8). BAWA ANTIMO atau KONSULTASI DENGAN DOKTER
Apabila masih belum bias tidur atau tak kunjung merasa capek, ada baiknya siapkan Antimo sejak dari rumah. Minum sesaat sebelum take off, supaya bisa tidur selama di udara. 

Senior saya bahkan mengidap claustrophobic dan dia konsultasi ke dokter, lalu diresepkan obat penenang, sebangsa Valium

(9). ALIHKAN PERHATIAN KE HAL-HAL LAIN
Kalau saya biasanya lihat film yang tersedia di in-flight entertainment. Ini lumayan bisa mengurangi rasa deg-degan, apalagi kalau ada turbulensi hebat di udara

(10). ADA TIPS LAINKAH DARI TEMAN-TEMAN?